Tapi bagaimana jika Sobat memotret di dalam ruangan yang gelap, seperti ruangan dengan lampu redup atau ruangan yang hanya ada penerangan lilin? Mungkin gambar akan terlihat kabur dan jelek. Hal ini terjadi karena terlalu sedikit cahaya masuk ke kamera. Apa yang kita butuhkan untuk mendapatkan gambar yang bagus adalah harus lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera – itulah kenapa kita selalu menggunakan flash light!
Tapi tunggu … dengan flash light, subjek terlihat lebih terang. Sehingga subjek terlihat terlalu menonjol dibandingkan dengan yang lainnya.
foto diambil oleh Don-Haffern
Jadi apa yang akan Anda lakukan? Mari kita asumsikan Anda ingin menghindari cahaya keras dari flash dan berniat untuk tidak menggunakannya. Bagaimana Anda bisa mendapatkan banyak cahaya untuk mendapatkan gambar yang baik dan jelas? Nah, solusinya adalah dengan ISO.
Memahami ISO
Apa itu ISO?. ISO adalah ukuran sensitivitas kamera terhadap cahaya (Baca Mengenal ISO Dalam Fotografi). Dulu, sebelum kamera digital hadir ditengah-tengah kita, Senior fotografer analog jika ingin film yang lebih peka cahaya, mereka benar-benar harus mengganti film pada kamera sebelum mereka melakukan pemotretan. Mungkin diantara Anda masih ada yang ingat dengan hari-hari itu?
Hampir semua kamera digital memiliki ISO. Dan biasanya ISO didefinisikan dalam kisaran ratusan 100, 500, 800, dll
Dan inilah aturan penting yang harus diingat. ISO yang tinggi pada pengaturan kamera memungkinkan lebih banyak cahaya yang akan diambil pada sensor kamera. Ini dapat memecahkan masalah low light yang Anda hadapi. Namun, kelemahan menggunakan ISO ini adalah gambar yang ditangkap kamera Sobat akan mendapatkan peningkatan noise. Sehingga hasil jepretan Anda menjadi sedikit kasar.
Apa artinya ini bagi mereka yang memotret di cahaya rendah dan tidak ingin mengaktifkan flash? Yah, jelas – mendongkrak ISO maksimal. Anda akan mendapatkan beberapa gangguan pada hasil jepretan – tapi hari ini, kita dapat memanfaatkan software pengolahan digital untuk memperbaikinya.
3 Tips lain Untuk Memotret Cahaya Rendah
Singkatnya, untuk memotret dengan lebih baik dalam kondisi cahaya rendah tanpa menggunakan flash,yaitu mengatur setting ISO ke bagian yang lebih tinggi dari jangkauan. Juga, mengatur kamera ke Aperture Priority dan menetapkan f-stop yang memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera (aperture besar). Hal ini juga membantu Anda untuk memotret dalam mode RAW sehingga Anda dapat menangkap detail maksimal dalam pemotretan (tidak ada kompresi pada gambar yang diambil).
"Stay Connect" - Nikon Ian
Jadi sekarang Sobat tidak perlu ragu lagi memotret dengan ISO tinggi pada cahaya rendah. Selamat mencoba!